Leading the Way in

Environmental Insights

and Inspiration

Leading the Way in
Environmental Insights and Inspiration

Jenis-Jenis Biota Laut Berbahaya yang Perlu Diwaspadai

Environesia Global Saraya

04 February 2026

Laut menyimpan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi dan memiliki peran penting bagi keseimbangan ekosistem bumi. Namun, tidak semua biota laut aman bagi manusia. Beberapa jenis organisme laut memiliki racun, sengatan, gigitan, atau perilaku agresif yang berpotensi membahayakan kesehatan dan keselamatan, terutama bagi nelayan, penyelam, dan wisatawan bahari.

Memahami jenis-jenis biota laut berbahaya menjadi langkah penting untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi risiko kecelakaan di lingkungan perairan.

Apa itu Biota Laut?

Biota laut adalah seluruh makhluk hidup, baik tumbuhan, hewan, maupun mikroorganisme, yang tinggal dan berkembang biak di ekosistem perairan asin (laut), mulai dari pesisir dangkal hingga kedalaman laut terdalam. Komponen ini meliputi plankton, nekton (ikan/mamalia), dan bentos (organisme dasar laut) yang berperan krusial dalam ekosistem. 

1. Biota Laut Beracun

Biota laut beracun menghasilkan senyawa toksik sebagai mekanisme pertahanan atau untuk melumpuhkan mangsa. Racun ini dapat bekerja melalui sentuhan, gigitan, atau konsumsi. Contoh biota laut beracun meliputi:

  • Ikan buntal, yang mengandung tetrodotoksin pada organ tertentu. Racun ini sangat berbahaya dan dapat menyebabkan gangguan saraf hingga kematian bila tertelan.

  • Gurita cincin biru, yang memiliki racun neurotoksik kuat meskipun ukurannya kecil.

  • Siput laut berbentuk kerucut, yang mampu menyuntikkan racun melalui gigi khusus saat merasa terancam.

Paparan racun dari biota ini dapat menyebabkan mati rasa, kelumpuhan otot, gangguan pernapasan, hingga kondisi fatal jika tidak ditangani dengan cepat.

2. Biota Laut Penyengat

Kelompok biota penyengat umumnya memiliki sel khusus yang disebut nematosista, yang berfungsi menyuntikkan racun saat terjadi kontak. Jenis yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Ubur-ubur tertentu yang sengatannya dapat menyebabkan rasa terbakar hebat, iritasi kulit, dan reaksi sistemik.

  • Anemon laut yang tampak tidak berbahaya namun dapat menimbulkan iritasi pada kulit sensitif.

  • Karang api yang dapat menyebabkan luka seperti terbakar jika tersentuh.

Efek sengatan bervariasi, mulai dari ringan hingga berat, tergantung jenis organisme, durasi kontak, dan kondisi fisik korban.

3. Biota Laut Berbisa dan Berduri

Beberapa biota laut memiliki duri atau bagian tubuh tajam yang dilengkapi kelenjar racun. Contohnya:

  • Ikan beracun berduri yang menyimpan racun pada siripnya dan dapat menyuntikkan racun saat terinjak atau tersentuh.

  • Bulu babi yang durinya dapat menembus kulit dan menyebabkan infeksi jika tidak segera dibersihkan.

  • Ikan batu yang dikenal sebagai salah satu ikan paling beracun dan sering berkamuflase di dasar laut.

Luka akibat duri berbisa sering kali menimbulkan nyeri intens, pembengkakan, dan berisiko infeksi sekunder.

4. Biota Laut Predator

Sebagian biota laut bersifat predator dan berpotensi melukai manusia, meskipun insiden umumnya jarang terjadi. Jenis predator laut meliputi:

  • Ikan bertubuh besar dengan gigi tajam, yang secara alami berada pada tingkat atas rantai makanan. Spesies ini memiliki kemampuan berenang cepat dan rahang kuat. Serangan dapat terjadi apabila ikan merasa terancam, wilayah jelajahnya terganggu, atau ketika tertarik oleh rangsangan tertentu seperti gerakan mendadak, kilauan benda, serta aroma darah di perairan.

  • Belut laut berukuran besar, yang umumnya hidup bersembunyi di celah karang, lubang batu, atau dasar laut. Meskipun tidak agresif, belut laut dapat menggigit sebagai bentuk pertahanan diri ketika merasa terganggu, terpojok, atau saat manusia secara tidak sengaja menyentuh area persembunyiannya. Gigitan ini dapat menimbulkan luka robek dan berisiko infeksi.

Sebagian besar interaksi berbahaya antara manusia dan predator laut terjadi akibat kurangnya kewaspadaan, minimnya pemahaman terhadap perilaku biota laut, serta adanya gangguan terhadap habitat alaminya. 

Upaya Pencegahan Risiko Dari Biota Laut Berbahaya

Risiko dari biota laut berbahaya dapat diminimalkan melalui langkah pencegahan yang tepat, antara lain:

  • Menghindari menyentuh biota laut yang tidak dikenal.

  • Menggunakan perlengkapan pelindung saat menyelam atau bekerja di perairan.

  • Mematuhi rambu dan informasi keselamatan di kawasan wisata bahari.

  • Meningkatkan edukasi mengenai ekosistem laut dan potensi bahayanya.

Pendekatan berbasis pengetahuan dan kehati-hatian menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan manusia tanpa mengganggu keseimbangan ekosistem laut.

Biota laut berbahaya merupakan bagian alami dari ekosistem perairan dan memiliki fungsi ekologis penting. Ancaman terhadap manusia umumnya terjadi akibat kurangnya pemahaman dan kewaspadaan. Dengan mengenali jenis-jenis biota laut berbahaya serta karakteristiknya, risiko kecelakaan dapat ditekan secara signifikan.

Environesia Global Saraya

17 May 2023

environesia.co.id, Sukabumi - Menindaklanjuti kerjasama PT Environesia Global Saraya bersama Perhutani terkait Perijinan Pendirian Pabrik Serbuk Kayu Di Sukabumi Jawa Barat Tahun 2022 – PERHUTANI, Environesia menghadiri Rapat Koordinasi Pemeriksaan Formulir Kerangka Acuan (KA)) dalam rangka penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk Rencana Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu di RPH Hajuang Barat BKPH Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Rapat ini diselenggarakan oleh Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan (PDLUK), Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. pada Rabu, (17/5) secara daring melalui pranala Zoom Meeting.

Rapat ini dipimpin Kasubdit Pengembangan Sistem Kajian Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutana, Farid Mohammad, ST., M.Env, serta dihadiri oleh Tim Pakar, Instansi Pusat dan Instansi Daerah baik Instansi di Provinsi Jawa Barat maupun Instansi di Kab. Sukabumi. Tujuan dari rapat koordinasi tersebut untuk membahas langkah-langkah penyusunan AMDAL yang tepat dan komprehensif dalam rangka pembangunan pabrik serbuk kayu yang direncanakan.

Rapat ini bertujuan untuk merumuskan lingkup dan kedalam metode studi Amdal, sehingga dapat mengarahkan Analisa Dampak Lingkungan (ANDAL) berjalan dengan efektif dan efisien. Selanjutnya PT Environesia Global Saraya menindaklanjuti seluruh Saran, Pendapat, dan Tanggapan yang telah disampaikan oleh para peserta Rapat.

Environesia sebagai Lembaga Penyedia Jasa Penyusunan (LPJP) Amdal yang dipercaya oleh Perum Perhutani, berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik dalam proses penyusunan AMDAL ini, sehingga Pembangunan Pabrik Serbuk Kayu yang direncanakan dapat memenuhi prinsip-prinsip pembangunan yang berwawasan lingkungan. (admin/dnx)

Environesia Global Saraya

12 May 2023

environesia.co.id, Sleman – Tepat 7 tahun pada 3 Mei 2023, Environesia sebagai perusahaan konsultan lingkungan terdepan di Indonesia, merayakan "7th Year Anniversary Environesia Melampaui Batas”. Dikarenakan berdekatan dengan masa libur Idul Fitri 1444 H  seremoni dilaksanakan pada Senin, 8 Mei 2023 di lantai 3 Grha Environesia dihadiri oleh seluruh tim Environesia Group.

Puncak acara dilakukan dengan pemotongan tumpeng bersama oleh Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc., beserta jajaran Direksi lain seperti Direktur Keuangan Ayu Ramayani, S.E.,M.Ak., Direktur Operasional & Pengembangan Bisnis Andi Muhammad Faisal, S.T. dan Manajer Konsultan Yusuf Wiryawan, S.T., M.Ling. Bertepatan dengan suasana bulan Syawwal, pada agenda tersebut dialnjutkan acara halal bi halal serta jamuan prasmanan untuk makan siang.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. mengungkapkan kebahagiannya melihat Environesia berhasil sampai ke titik tersebut, tidak lain karena dukungan tim yang selalu solid serta mitra kerja yang loyal.

Acara utama kemudian dilanjutkan dengan agenda Environesia Social Care, di mana Environesia membagikan 150 paket sembako kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Grha Environesia, tepatnya di RW 42, Karangjati, Sinduadi, Mlati, Sleman. Ketua RW 42.

Rahmat Yunus selaku Kepala RW 42,mengungkapkan kebahagiannya karena Environesia dapat berbagi dengan masyarakat sekitar. Ia berharap agar Environesia semakin maju dan sukses serta dapat kembali berkolaborasi dengan masyarakat di masa depan.

Direktur Utama Saprian, S.T., M.Sc. juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat karena telah menerima keberadaan Environesia di lingkungannya. Ia berharap bahwa Environesia dapat terus hadir dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat di masa yang akan datang.

Dengan rangkaian kegiatan yang meriah, Environesia berhasil merayakan ulang tahun ke-7 dengan penuh kebahagiaan dan makna. Semoga Environesia terus memberikan solusi lingkungan yang berkelanjutan dan inovatif, serta dapat memperkuat kemitraan dan kontribusinya kepada masyarakat. (admin/dnx)

footer_epic

Ready to Collaborate with Us?

Dengan layanan konsultasi lingkungan dan uji laboratorium yang telah tersertifikasi KAN, Environesia siap menjadi solusi untuk kemudahan dan efisiensi waktu dengan output yang berkualitas